Tabiat Istri Berpengaruh Terhadap Cara Suami Mencari Nafkah
![]() |
| Add caption |
Hasan
al-Bashri berkata:
“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli
baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun
meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu,
lalu akupun beli dari pedagang lain.”
Dua tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan
orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan
bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:”Bukankah engkau orang yang dulu pernah
berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”Ia menjawab : “Iya benar”Aku bertanya
lagi:”Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu
memuji-muji dagangan dan bersumpah!”Ia pun bercerita:”Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit
rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia
menganggapnya sedikit.
Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi
dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu
berkata:’Wahai suamiku, bertaqwalah
kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal).
Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan
jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’.”Masya
Allah…Milikilah sifat Qana’ah -suka menerima- / jiwa selalu merasa
cukup.Biasanya Wanita (Istri) sering terjebak pada keinginannya tuk terlihat cantik
dengan pakaian serba mahal. Janganlah menjadi jurang dosa bagi suamimu.
Wanita shalihah akan mendorong suaminya kepada
kebaikan,keta’atan sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya
untuk berbuat dosa,kemakshiatan.Cukupkan diri dengan halal dan baik. Ukuran rizki
itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.(smstauhid.com)

0 komentar:
Post a Comment