Thursday, 8 October 2015

Ingin Anak- Anak Kita Maju Pendidikannya? Tiru Finlandia!


Dengan dalih ingin memajukan pendidikan di Indonesia, maka di buatkan sisitem pendidikan yang dijadikan standar bagi sekolah - sekolah yang ada di seluruh tanah air.

Mulai sekolah dari jam 7 pagi sampai jan 12 siang bahkan sampai jam 3 sore, PR yang menumpuk,  Ujian Nasional yang menanti, dipercaya sebagai acuan supaya anak-anak di Indonesia pintar-pintar. Begitu mungkin kira-kira yang ada dibenak para pejabat - pejabat kita.

Tapi faktanya, dengan sistem pendidikan yang selama ini kita anut apakah menjadikan semua ini lebih baik? mungkin masing-masing dari anda bisa menjawabnya.

Sebaliknya, ada satu negara yang memiliki standar dan sistem pendidikan untuk diterapkan disekolah, diantaranya hanya memiliki 5 jam pelajaran per harinya, tidak ada PR sekolah, tidak ada Ujian Nasional. Hasinya? mendapat peringkat negara dengan pendidikan terbaik. Yaitu Finlandia.

Simak ulasan berikut ini.

1. Anak-anak Finladia baru bersekolah setelah 7 tahun 
Hukum Finladia mengatur  bahwa anak-anaknya bisa masuk sekolah ketika usia 7 tahun. Terlalu tua? Tidak sama sekali, hal ini lebih mempertimbangkan mental anak-anak ketika masuk dunia sekolah. Di Indonesia bila ada seorang ibu mempunyai anak berusia 3 tahun akan panik dan heboh dengan mencari pre-school yang bagus karena takut si anaknya ketinggalan  dibanding yang lain.

Pemikiran memasukan anak untuk bersekolah lebih dini tidak sepenuhnya salah. Tapi ini menimbulkan kekhawatiran jika nanti si anak bosan bersekolah karena di usia 3 tahun sudah sekolah dan seperti dipaksa untuk belajar oleh orangtua.

Berbeda dengan Finlandia, meskipun anak mereka terkesan telat "start" sekolahnya, ini tidak menjadikan mereka ketinggalan dalam pelajaran apapun. Justru mereka jadi kreatif dalam membuat cara belajar sendiri dan mampu menemukan pemecahan masalah sendiri. Ini terbukti dari tes International Programme For International Student Assesment (PISA).

2. 45 menit belajar, 15 menit istirahat
Setiap belajar 45 menit anak-anak Finladia mendapat istirahat 15 menit. Mereka tidak diporsir untuk belajar terus menerus. Mereka percaya, dengan istirahat yang cukup, mampu menyerap pelajaran lebih baik dan lebih fokus.

Di Indonesia, anak-anak cenderung dipaksa untuk berjam-jam duduk belajar baik itu di sekolah maupun d irumah. Mereka dituntut untuk cepat menerima pelajaran, hasilnya anak-anak banyak kehilangan waktu bermain mereka yang sebenarnya sangat penting bagi perkembangan kreativitas mereka.

3. Sekolah 4-5 jam per hari
Anak-anak SD tidak mengabiskan setengah hari di sekolah untuk belajar. Sedangkan untuk tingkat SMP dan SMA, jam sekolah mereka disamakan dengan jam anak kuliahan. Jadi mereka datang pada jam pelajaran yang mereka pilih saja. Dengan jam sependek itu justru membuat tingkat efektivitas dan produktivitas para siswa semakin tinggi.

Di kita, jika dijumlah jam sekolah siswa sama dengan jumlah jam kerja karyawan. dengan jumlah jam sekolah yang lama justru membuat siswa cepat lelah dan cenderung sulit fokus.

4. Tidak ada sistem rangking di sekolah
Mereka ingin semua siswa dianggap sama dan rata. Tidak ada siswa yang di cap 'pintar' atau 'bodoh'. Para siswapun tidak hanya berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya saja, merka pun bertemu dengan kelas-kelas lainnya di kelas campuran. Sehingga kesenjangan pendidikan sangatlah kecil.

Kembali ke kita, rangking 1,2 dan 3 sangatlah prestisius dan parahnya para orang tua terkesan "tinggi-tinggian" rangking untuk di pamerkan.

5. Ujian Nasional? Apaan tuh
Guru-guru di Finladia mempunyai yang sangat tinggi sehingga evaluasi pembelajaran siswa sepenuhnya di tangan guru-guru mereka. Pemerintah Finladia menganggap, guru lah yang tau 100 persen kemampuan seorang siswa. Hal ini tentunya sangat berguna dan menguntungkan para siswa karena pada dasarnya para siswa tidak mempunyai potensi yang sama, ada yang berbakat di bidang ilmu alam, sosial dan seni.

Di Indonesia, menganut pentingnya Ujian Nasional. Pemerintah masih berpikir  dengan Ujian nasional lah satu-satunya cara untuk mengukur keberhasilan dan kemampuan siswa. Padahal, dari sekian banyaknya mata pelajaran yang di ujikan mungkin hanya 1/4 saja dan tidak semua murid memiliki potensi  atau keunggulan yang sama.

6. Bersekolah bebas biaya
Finlandia tidak mengenal biaya, apalagi sekolah unggulan. Semua sekolah di negara tersebut sudah sama rata kualitasnya. Tidak hanya bebas biaya pendidikan , makan siang, sarana tranportasi hingga kesehatan semuanya gratis. Satu lagi, meskipun terdapat sekolah swasta, hukum di Finlandia telah mengatur secara ketat agar tidak memasang biaya pendidikan yang mahal.

Di Indonesia, kualitas sekolah tidak sama rata sehingga anak-anak perlu "berdarah-darah" untuk bisa masuk ke sekolah unggulan. Memang sekolah negeri sudah di gratiskan tapi tidak dengan biaya-biaya lainnya. Ingin bersekolah ke sekolah swasta? Bersiaplah menguras kocek dalam-dalam.

7. Kualitas guru diperhatikan

Syarat menjadi guru di Finladia? Tidak gampang. Harus meraih gelar master dan 10 lulusan terbaik dari universitas terbaik pula. Apa imbalannya? Gaji yang tinngi dan beragam fasilitas yang telah disediakan. Pemerintah sadar bahwa kesejahteraan guru sama pentingnya dengan keberhasilan anak-anak mereka. Dalam proses belajar para siswa pun diperhatikan dengan sangat baik, oleh karenanya 1 guru di kelas untuk 12 siswa saja.

Sebaliknya di Indonesia, kesejahteran guru banyak memprihatinkan. tidak semua guru mendaptkan gaji yang layak apalagi fasilitas lainnya. Di kelas pun 1 guru diperuntukan minimal 20 murid.

Nah berkaca dari fakta-fakta diatas, semoga pemerintah kita mau mempelajari dan menerapkan sitem pendidikan yang lebih manusiawi baik untuk para siswa maupun gurunya sendiri. Memang tidak mudah untuk merubah sistem kita apalagi dibandingkan dengan negara maju, tapi paling tidak ada beberapa hal kecil yang sebenarnya pemerintah bisa lakukan.

0 komentar:

Post a Comment